Kabut Asap Karhutla Picu Jarak Pandang Terbatas, Nelayan Tradisional Kesulitan Melaut Tanpa GPS

Avatar photo
banner 468x60

BULUKUMBA. SUCINEWS.ID. 14 OKTOBER 2026– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap pekat mulai berdampak serius pada sektor perikanan tangkap. Kabut asap ini memperpendek jarak pandang di laut secara drastis, sehingga menyulitkan para nelayan tradisional dalam bernavigasi dan mencari lokasi memancing.

Olleng, salah satu nelayan setempat, mengungkapkan bahwa kondisi di perairan saat ini sangat terbatas dan berbahaya bagi keselamatan. “Kalau tidak pakai GPS, kita tidak bisa mengetahui lokasi yang sudah ditandai untuk memancing. Titik-titiknya sama sekali tidak kelihatan,” ujarnya.

Tanpa bantuan perangkat navigasi digital (Global Positioning System/GPS), para nelayan praktis kehilangan arah. Mereka tidak dapat mendeteksi titik koordinat fishing ground yang telah ditandai sebelumnya, serta menghadapi risiko tinggi tersesat atau mengalami kecelakaan di laut akibat terbatasnya pandangan visual.

Kondisi ini memaksa para nelayan tradisional untuk bergantung sepenuhnya pada teknologi navigasi darurat, atau memilih menyandarkan kapal mereka hingga situasi membaik, yang berpotensi menurunkan pendapatan harian mereka secara signifikan.

banner 120x600