Daerah  

Hak Pejalan Kaki Lama Hilang, Trotoar Dibangun Kembali di Tinumbu Makassar

Pembangunan trotoar di lokasi penertiban belum lama ini di Kota Makassar. Foto dok Pemkot Makassar
Pembangunan trotoar di lokasi penertiban belum lama ini di Kota Makassar. Foto dok Pemkot Makassar
banner 468x60

MAKASSAR, Haluankita.com — Kawasan Jalan Tinumbu Makassar mulai berbenah setelah Pemerintah Kota Makassar melakukan penataan ulang area yang sebelumnya terganggu oleh keberadaan bangunan di atas saluran drainase dan trotoar.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bidang Jalan dan Jembatan, Pemkot Makassar kini membangun kembali fasilitas pejalan kaki sekaligus memastikan fungsi saluran air tetap berjalan dengan baik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan penataan kawasan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut setelah proses pembongkaran bangunan yang melanggar fungsi ruang.

“Setelah dilakukan pembongkaran bangunan yang berada di atas saluran air, kami langsung melakukan penataan kawasan agar dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” ujar Zuhaelsi, Kamis (25/6/2026).

Lokasi yang ditata berada di kawasan perbatasan Kecamatan Bontoala dan Kecamatan Tallo, tepatnya di samping SMK Negeri 4 Makassar. Area tersebut menjadi salah satu jalur dengan aktivitas warga yang cukup tinggi setiap hari.

Dalam proses pembenahan, Dinas PU membangun trotoar baru dengan ukuran lebar sekitar 170 sentimeter dan panjang mencapai 70 meter. Pembangunan ini dilakukan untuk menyediakan jalur yang lebih nyaman bagi pejalan kaki sekaligus memperbaiki kondisi kawasan.

Zuhaelsi menjelaskan, penataan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembalikan fungsi ruang sesuai peruntukan awalnya. Trotoar yang sebelumnya terganggu kini diarahkan kembali sebagai jalur khusus bagi pejalan kaki.

“Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan fasilitas publik dapat digunakan sesuai fungsinya,” katanya.

Selain pembangunan trotoar, pengerjaan juga dirancang agar saluran drainase tetap mudah dijangkau. Akses tersebut diperlukan untuk mendukung kegiatan pemeriksaan, pembersihan, serta perawatan saluran secara rutin.

Menurut Zuhaelsi, keberadaan drainase yang terawat menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi potensi gangguan aliran air saat hujan dengan intensitas tinggi.

“Dengan akses yang terbuka, petugas dapat lebih mudah melakukan pemeliharaan sehingga saluran tetap berfungsi optimal,” jelasnya.

Ia menyebut, pembenahan Jalan Tinumbu menjadi salah satu langkah lanjutan setelah penertiban lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) dan bangunan yang menggunakan area trotoar maupun saluran drainase.

Setelah kawasan dikosongkan, pemerintah memilih melakukan penataan agar lokasi tersebut memiliki fungsi yang lebih jelas dan memberikan manfaat bagi aktivitas warga sekitar.

“Penataan ini memperbaiki kawasan sekaligus mendukung fungsi drainase. Ketika saluran berfungsi dengan baik dan bebas sumbatan, aliran air menjadi lebih lancar,” tambahnya.

Zuhaelsi menegaskan, Pemkot Makassar akan melanjutkan pembenahan terhadap sejumlah titik lain yang membutuhkan penataan. Setiap kawasan yang telah ditertibkan akan diarahkan menjadi area yang lebih tertata, aman, dan nyaman.

“Kami ingin setiap lokasi yang telah ditertibkan dapat berubah menjadi ruang yang lebih tertata, bersih, aman, dan nyaman. Tujuannya menghadirkan kota yang lebih baik bagi seluruh warga Makassar,” tutup Zuhaelsi. ***

banner 120x600